Metode Ijmali, Tahlili, Muqaran, dan Metode Maudhu'i (Metode dalam Tafsir)


     
   

                                        Metode Yang Digunakan Dalam Ilmu Tafsir


Dalam hasil karya para mufassir, mereka sering berbeda dalam memberikan istilah untuk tafsir masing-masing. Istilah-istilah tersebut ialah al-ittihah, al-manhaj, al-sulub, dan ath-thariqah. Keempat istilah itu tidak dipakai oleh mufassir pada awal masa Islam. Begitu pula pada masa sekarang, belum ada kesepakatan mengenai istilah-istilah tersebut sehingga digunakan secara tumpang tindih, padahal yang dibahas adalah istilah yang sama. Oleh sebab itu, sebelum lebih lanjut membahas metode yang digunakan dalam ilmu tafsir, dijelaskan terlebih dahulu keempat istilah tersebut untuk memudahkan pemahaman dan memberikan arahan.

1.     Al-Ittijah
Menurut bahasa, al-ittijah berasal dari kata ittajjaha-yattajihu-ittijahan yang artinya tujuan atau arah. Sementara itu menurut istilah, al-ittijah ialah tujuan pandangan mufassir yang dijadikan alat bantu dalam membedah tafsirnya.
Ciri-ciri dari al-ittihah, hal yang ditekankan adalah mazhab akidah mufasir, seperti tafsir Salaf, tafsir Mu’tazilah, atau tafsir al-Asy’ari. Di samping itu, tafsir jga dilihat dari disiplin ilmu yang mewarnainya. Contohnya:
1)     Corak lughawi, seperti Ma’ani al-Quran karya al-Faradan Majaz al-Qur’an karya Abu Ubaidah.
2)     Corak nahwi, seperti I’rabal-Qur’an karya an-Nuhasi, al-Bahr al-Muhith karya Ibnu Hayyan, dan Dar al-Mahsun karya as-Samin al-Halabi, dsb.

2.     Al-Manhaj
Menurut bahasa, al-manhaj berasal dari kata nahaja-yanhaju-manhajan yang artinya jalan yang dilalui untuk sampai ke tujuan hendak dicapai.
     Ciri-ciri dari al-Manhaj, mufasir menekankan pada perangkat-perangkat yang digunakan untuk menjadi petunjuk jalannya tafsir.

3.     Al-Uslub
Menurut bahasa al-Uslub berasal dari kata salaba-yaslubu-salaban yang artinya jalan, metode, teknik, bentuk, atau gaya. Selain itu, al-uslub juga berarti gaya penulisan atau ekspresi. Sementara itu, menurut istilah, al-uslub ialah metode yang digunakan untuk menemukan arti yang terkandung tanpa keluar dari rel jalur yang telah ditentukan.
     Ciri-ciri dari al-Uslub, tafsir akan diketahui metodenya dengan melihat bagaimana ayat-ayat al-Qur’an ditafsirkan. Apabila ditafsirkan dari segi kosakata saja, disebut tafsir at-tahlili, apabila ditafsirkan dengan mengambil penjelasan globalnya saja disebut tafsir al-ijmali, apabila ditafsirkan dengan mengomparatifkan dengan ayat atau hadits yang lain disebut tafsir al-muqaran, dan apabila ditafsirkan dengan menekankan pada topic yang terkandung disebut tafsir­ al-maudhu’i. 

4.     Ath-Thariqah
Menurut bahasa, ath-thariqah berasal dari kata tharaqa-yathruqu-thariqatun yang artinya jalan yang harus dilalui oleh mufasir untuk memahami dan menafsirkan teks. Sementara itu menurut istilah, ath-thariqah ialah pisau bedah yang digunakan mufasir untuk memahami lalu menafsirkan ayaat-ayat al-Qur’an.
     Ciri-ciri ath-thariqah ialah:
1)     Tafsir bi al-ma’tsur, tafsir ini menggunakan riwayat sebagai alat bantu.
2)     Tafsir bi ar-ra’yi, tafsir ini menggunakan ijtihad sebagai alat bantu.[1]


[1] Samsurrohman, Pengantar Ilmu Tafsir, (Jakarta: Amzah, 2014), hal. 113-115

Komentar

Pustaka Ilmu

Makalah Periode Kemunduran Islam

Makalah - Periode Kemunduran Islam (STAGNASI)

Makalah Tingkah laku tercela

Hadits tentang Persaudaraan Muslim

Makalah Filsafat Islam - Ikhwan As-Shafa'

Pengertian Mudharabah, Macam-macam Mudharabah, landasan hukum dalam Mudharabah, Rukun, perkara dan hal yang membuat Mudharabahh SAH.

Makalah Masailul al Fiqhiyah tentang Mengubah ciptaan Allah dalam Perspektif Islam

Tarikh Tasyri' - Kondisi Bangsa Arab sebelum ISLAM.

Contoh Meresensi Ushul Fiqih, Resensi buku Ushul Fiqih

Makalah Administrasi Pendidikan - SISTEM PENGARSIPAN